Rabu, 25 November 2015

Keutamaan Ilmu dan Ulama' (2)

Rosulullooh shollalloohu 'alaihi wasallam bersabda: "Keutamaan seorang 'alim dibanding seorang 'abid (ahli ibadah), sama seperti keutamaan bulan purnama dibanding para bintang."

Rosulullooh shollalloohu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa berpindah (dari suatu tempat dalam rangka) untuk mencari ilmu, maka dosa-dosanya akan diampuni sebelum ia melangkahkan kakinya."


Sumber: Kitab Lubaabul Hadits karya al-'Allaamah al-Faadlil Jalaaluddin bin Kamaaluddin as-Suyuuthy.

Shodaqoh dengan Barang Haram

Allah subhaanalloohu ta'aala tidak akan menerima sholat seorang hamba yang dilakukan tanpa wudlu, dan tidah akan diterima shodaqoh seorang hamba yang berasal dari barang haram.

Sumber: Kitab Washiyyatul Musthofa

Sabtu, 21 November 2015

Keutamaan Ilmu dan Ulama'

Nabi Muhammad shollalloohu 'alaihi wasallam telah bersabda kepada Sahabat Ibnu Mas'ud rodliyalloohu 'anhu: "Wahai Ibnu Mas'ud, dudukmu satu jam pada suatu majlis ilmu tanpa memegang pena dan tanpa menulis satu huruf pun, masih lebih baik bagimu daripada membebaskan seribu budak. Pandanganmu kepada seorang yang 'alim lebih baik bagimu daripada shodaqohmu berupa kuda untuk perjuangan di jalan Allah subhaanahu wata'aala. Dan sapa salammu kepada seorang yang 'alim lebih baik bagimu daripada ibadahmu selama seribu tahun."

Nabi Muhammad shollalloohu 'alaihi wasallam bersabda: "Satu orang faqih (ahli fiqih) yang memiliki sifat waro' (sangat berhati-hati dalam menjalankan agama) lebih berat bagi setan daripada seribu orang ahli ibadah yang sungguh-sungguh dan memiliki sifat waro', tetapi tidak memiliki ilmu (bodoh)."


Sumber: Kitab Lubaabul Hadits karya al-'Allaamah al-Faadlil Jalaaluddin bin Kamaaluddin as-Suyuuthy.

Kamis, 19 November 2015

Menjaga Kehalalan

Barangsiapa bepergian dalam rangka mencari barang haram dengan berjalan kaki, maka setan akan menemaninya.
Jika ia bepergian itu dengan menaiki kendaraan, maka setan akan memboncengnya.
Tidaklah seseorang mengumpulkan barang haram, kecuali setan akan ikut memakannya (menikmatinya).
Dan barangsiapa lupa mengingat Allah Swt. saat berhubungan badan (jima') dengan istrinya, maka setan akan ikut bergabung dalam hubungan badan itu.

Sumber: Kitab Washiyyatul Mushthofa

Rabu, 18 November 2015

Tanda Kemarahan Allah Swt.


Jika Allah Swt. marah kepada seorang hamba, maka Allah Swt. akan memberi rizqi yang haram kepada hamba tersebut.
Dan jika kemarahan Allah Swt. kepada hamba itu sudah sangat besar, maka Allah Swt. akan menyerahkan hamba itu kepada setan sehingga setan akan memberkahi hartanya, selalu menemaninya, menyibukkannya dengan dunia, dan setan itu akan memudahkannya dalam setiap urusan dunia; kemudian setan akan selalu meyakinkan kepada hamba itu bahwa Allah Swt. adalah Dzat Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang (sehingga hamba itu akan terus melakukan perbuatan dosa).

Sumber: Kitab Washiyyatul Mushthofa


Jumat, 06 November 2015

Menjaga Kehalalan Makanan


Barangsiapa memakan makanan yang halal, maka agamanya akan bersih, hatinya akan menjadi lembut, dan doanya akan dikabulkan.
Barangsiapa memakan makanan subhat*, maka agamanya akan menjadi subhat dan hatinya akan gelap. 
Dan barangsiapa yang memakan makanan haram, maka hatinya akan mati, agamanya akan menjadi remeh (dia tidak lagi memperdulikan ajaran agama), keyakinannya akan lemah, Allah swt. tidak akan menerima doanya, dan ibadahnya sedikit.

*subhat adalah hal-hal yang status haram atau halalnya masih belum jelas (masih meragukan). 

Sumber: Kitab Washiyyatul Musthofa
Sumber gambar: wikipedia